Dari Atlantik melintas Pasifik
Meniti warna-warna
Yang mengira mereka adalah laut
Aku sibuk membunuh jarak
Sedang kau selalu merangkai kata
Menyusun replika awan
Aku mungkin datang esok
Atau nanti petang
Kala luruhku menemukan sajakmu
Dengan nanar, juga memar
Dengan nanar, juga memar
Yang kau dapat dari
Dua sisi mata pisau dunia;
Sandiwara dan kenyataan
Aku mungkin datang esok
Atau nanti petang
Kala kudapati gelas kopimu
Di bibir jendela, dingin
Menanti tubuhku luruh
Membasuh lingkar sepi
Memberinya sebuah tepi
Lalu menumbuhkan bibit sunyi.
-Yogyakarta, 17 November 2013. Kala musim penghujan mulai
ramai.