Minggu, 08 Februari 2015

Kembara

Dengan kaki, kau hanya akan berjalan
Belum berarti akan sampai tujuan
Belum pula berarti akan menemukan
Kau hanya akan mengakui kekalahan
Ketika jarak tak hentinya bertumbuhan
Menjurang di tengah perjalanan
Dan tak ada yang bisa kau lakukan


Dengan akal, kau hanya akan mencari
Tak benar-benar berjalan, pun berlari
Nurani hanyalah sesuatu untuk dikebiri
Maka jangan terkejut jika kelak diingkari
Oleh pertanyaan yang membelah diri,
Menjadi muslihat di bawah matahari


Kembara seharusnya dimulai dengan hati
Baru akal, kemudian kaki
(Tidakkah hampa adalah absennya inti?)
Karena setiap kita punya jalan tersendiri
Bukan berarti kita akan atau harus sendiri
Tapi ada yang harus dibayar dengan sepi
Ada yang harus ditemukan dalam sunyi:
Pulang adalah sebentuk ilusi,
Temukanlah rumah di perjalanan yang abadi.



-Yogyakarta, 3 Februari 2015