Pada suatu hari yang biasa saja, masih dengan
langit yang itu-itu saja, sesuatu terjadi. Ada benih-benih yang datang entah
dari mana, muncul lalu tertanam dan merekonstruksi siklusmu. Semesta kehilangan
aksara, juga suara, untuk menjelaskan. Hanya bersisa benih-benih itu disana.
Diam-diam, ada yang bergeriliya mengisi lapang penantian.