Senin, 29 April 2013

How Adhitia Sofyan Says Good Bye On September

Hello, dear people. :)
At this occasion, I'm going to share you a song from Adhitia Sofyan titled September. It's kinda mellow and get-you-to-the-blue song. Well, at least it makes me in that kind of blue, don't know how it would be going on you. When I hear the song, it's like it tells me a story about a pair of lover make their farewell and how they let it go. You know, it is happens to us (so did to me). It is our choice to hold on or just let it go, not because you don't love them anymore but you know it is the time to end it up. Wew, better end my explanation before I'm starting to talk about my story, ha! I write down the link to youtube and the lyric too. If you wanna know more about Adhitia Sofyan and his music you can visit his wordpress site here or find his channel at youtube. Enjoy. :)

I met you in the city of the fall
One September night
We sat down on the table near the wall
Where conversation flows

I wonder if I could stay for a while, you see
Its been a while since I felt this way
But, we both now time is closing in
Till I’ll be gone
You’ll be too
On that night I saw you walked away

I left you in the city of the lights
That breeze September night
We walk down the road to the end
I wished the time stood still

I wonder if I could stay for a while, you see
Its been a while since I felt this way
But, we both now time is closing in
Till I’ll be gone
You’ll be too
On that night I let you walked away

I met you in the city of the fall
One September night


Jumat, 26 April 2013

Farewell Along the Seasons

Don't meet me again at the spring park, sugarbox;
along with your favourite sky-colored dress.
Don't greet me with your enamor smiles and then just tell a goodbye;
'cause I know how those words would hurt like.
Don't tell me that lame 'Isaac and his apple' joke;
'Cause I know the joke will say that we aren't destined like Isaac and his apple;
we aren't suppose to be.

Summer toast the air like there's no tomorrow;
scattering all my mind and words.
So I keep myself at home, undare the world.
As I sprawl on my bed, I wonder;
if I lay here, if I just lay here;
would you lie with me and just forget the world?
  
To live a life where you leave before the leaves leave;
from a least-crowned tree at the bottom of autumn.
When the wind blows them gone, I thought I won't care where or how it goes.
It's really not about how to make puzzle from the leaves;
it's how to see how half of my sense crumbling along then tell myself I'm fine.

I might mistaken snowflakes in your howling eyes at the winter;
they're colder than how they really are, though.
I can't withhold the freezing that penetrate into my heart;
and waching how those snowflakes would melts and drips.
The snow or your eyes, which one would melt now?

It's cruel as how the seasons tell me I'm trying to let you go;
but keep insisting to form as you.

Rabu, 24 April 2013

Dua Berita Singkat Aktual Dari Dunia dan Kita

(i)

UN berjalan dengan apa adanya, sementara penyelenggaranya meminta maaf seakan dibalik mereka ada apanya. Dan aku masih tidak mengerti kenapa kita berjalan apa adanya sementara aku tidak tahu di hatimu ada apanya.

(ii)

Teknologi semakin maju, sementara penggunanya lupa diri hingga semakin mundur. Dan aku tidak mengerti kenapa kita menyejajarkan ragu untuk maju dengan tak rela untuk mundur.

-Yogyakarta, 2013.

Sabtu, 13 April 2013

Pertemuan-pertemuan kala hujan

(i)

Kita adalah pertemuan-pertemuan di kala langit gelap seluruh;
yang kemarin diberitakan dengan yakin oleh seorang peramal cuaca di televisi.
aku yakin ia yakin dengan apa yang ia yakini;
melebihi keyakinan para ekstrimis-ekstrimis anarkis yang sebelumnya diberitakan.

Tidak seperti mataku matamu, yang terlalu ragu untuk sekedar bertemu;
karena masing-masingnya mabuk sendu, menolak rindu.

Kita adalah pertemuan-pertemuan di kala langit gelap seluruh;
yang sejak sejam lalu berbisik rintik lirih-lirih;
Membicarakan kita, atau barangkali membicarakan kamu saja.
Kalau kau cukup peka, sebenarnya rintik cukup berisik untuk sesuatu yang hanya mampu berbisik.

Tidak seperti mulutku mulutmu, yang bahkan terlalu bisu untuk sekedar berucap;
"aku rindu kamu".

Kita adalah pertemuan-pertemuan di kala langit gelap seluruh;
yang akhirnya lelah melawan, lalu rela mengalah;
menjadi apa seharusnya ia, serbuk hujan, tumpah ruah.

Tidak seperti hatiku hatimu, yang tak kunjung jera menahan kata-kata yang tak terucap.

Pada akhirnya, tak ada aku;
pun kamu;
pula aroma lembab debu-debu kenangan;
tapi dingin hujan.


(ii)

Orang-orang bijak selalu berkata, semuanya mempunyai akhir;
pun pertemuan-pertemuan singkat ini.

Kepada laut kita menunggu;
daur-daur awan untuk kita kembali bertemu.



-Yogyakarta, 2013.

Kamis, 04 April 2013

Ruang terang yang sedang saya kenang


If you were a lollypop that so sweet and smooth
Then I'll be the stick that stuck in you
If you were a sea, so flat and blue
Then I'll be the beach, nothing can separate me from you
If you were a rose that grows wild and everybody admire on
Then I'll be the branch gonna help you standing on

Can't you see? Can't you believe?
That all I want is you
The only one I hope to here with me
The only one I need is you

If I was a baseball ball, so small but have a lot of watcher
Will you be the catcher and save me from falling over?
If I was the sinner that only do mistake
Will you be the angel and tell me which one is right?
If I was the moon that tried so hard to reflect the sunlight
Will you be the stars and stay with me all night?

Won't you see? Won't you believe?
That all I want from you is here with me
Get me through the storm, and toghether see a rainbow that'll appear soon after
Yes, all I really want is YOU :)
Tulisan yang baru saja anda baca adalah catatan yang saya tulis di akun facebook saya. Tulisan itu kalau tidak salah saya tuliskan ketika saya kelas sepuluh SMA. Saya --mungkin-- sedang jatuh cinta waktu itu. Saya selalu tertawa kecil-kecil ketika membaca tulisan saya ini, betapa lucunya saya waktu itu. Seorang remaja yang baru menginjak masa SMA, lalu mengalami masa penuh aku-kangen-kamu yang tidak tersampaikan. Iya, saya tidak menyampaikan perasaan saya kepada orang yang menjadi mata air tulisan saya  tadi. Alih-alih, saya malah membuat gambar dengan pesan tersembunyi --seperti perasaan saya yang tersembunyi-- untuk dia.
Gambar saya inipun hanya saya unggah di akun facebook saya, tidak saya berikan kepada dia.

Saya tidak ingin menceritakan bagaimana cerita yang terjadi antara saya dan dia. Saya mungkin malah tidak punya cerita dengan saya dan dia sebagai tokohnya. Saya hanya ingin berkata bahwa ini-itu yang saya lakukan waktu itu tidak menyebabkan saya terjerat penyesalan ini-itu-yang-seharusnya-lebih-dari-ini-itu ketika saya memikirkannya kembali. Maksud saya, saya tidak menyesal. Saya tidak menyesal tentang apa yang telah terjadi. Sekarang saya pun bersyukur saya tidak menyesal.

Saya kemudian menjalin hubungan dengan orang yang mencintai saya, pula saya cintai. Kami akan merayakan dua tahun hari jadian kami sekitar tiga bulan lagi. Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dua tahun mengajari saya banyak hal. Dua tahun memiliki cukup ruang untuk saya memikirkan kembali apa yang sebelumnya, sedang, dan akan terjadi pada kami. Beberapa bagian ruangnya membuat saya sadar bahwa hal baik, dengan berbagai cara, pasti akan menghampiri saya. Tentunya hal jelek akan hadir bersamanya. Dan dua tahun tidak menyisakan ruang untuk saya menyesal. 

Banyak hal akan terjadi, dan waktu kelak akan menyadarkan anda bahwa penyesalan adalah ruang-ruang gelap yang serupa ogre haus cahaya. Ia berbentuk jelek, pula menghisap hangatnya sinar dari waktu-waktu bahagia anda. Percayalah, hal-hal baik akan terjadi pada anda. Pergunakan ruang yang diberikan waktu anda dengan bijaksana. Lalu berbahagialah. :)

Hal-hal sepele dalam perkenalan

Halo!
Perkenalkan, nama saya Yudha Maulana Ahmad. Umur saya saat ini 18 tahun lebih 30 hari. Saya memberdayakan blog ini untuk mengingatkan diri saya bahwa beberapa hal lebih baik dituliskan. Oh iya, mungkin menambahkan umur anda dengan satuan hari adalah hal sepele. Tetapi, hal-hal sepele merupakan alasan saya membuat blog ini. Karena terkadang, dalam berbagai bentuk, hal sepele adalah cara lain Tuhan mengingatkan kita untuk bersyukur dengan apa yang ada di sekitar anda. Untuk hal-hal sepele lainnya disini, saya ucapkan selamat menikmati. :)