 |
piknik pertama sama kouyou
|
aniesa norma dantie, dipanggil oleh aku dan mas dana dengan panggilan mbak ma. di keluargaku, cuma mbak ma orang yang bisa kuajak cerita lepas tentang apa saja. garis pertahanan hampir terakhir, kalau aku bilang. seringnya curhat berkedok makan di luar gitu. mbak ma suka makan. aku juga, cuma aku nggak punya uang, jadi ya nunggu diajak. aku pernah mikir, mungkin wawasan kulinerku akan terdengar menyedihkan kalau nggak sering diajak makan mbak ma (sebagai catatan, wawasan kulinerku sekarang masih menyedihkan).
ada satu malam yang sering kuputar ulang di kepala sampai sekarang. waktu itu kami makan di warung roti bakar di sekitaran pojok beteng. roti bakarnya tidak istimewa tapi indomie telor keju kornet (disingkat jadi intel junet) mereka, ya tuhan, enak banget. sempet nggak yakin tapi akhirnya nggak nyesel pesen dua porsi... aku harus menyarankan kalian buat coba intel junet. nggak harus beli, bikin sendiri di rumah juga bisa, kok.
ya, cukup dengan rekomendasi makanan. setelah satu piring roti bakar, tiga porsi intel junet dan beberapa topik curhat, pulanglah kami. sesi curhat belum tuntas melegakan kepala dan di jalan kami sama-sama diam. aku diam karena perut dan kepala sama-sama terlalu kenyang, mbak ma nggak tahu diam karena apa.
kami sedang menunggu lampu merah di plengkung gading. sudah malam, kendaraan masih ramai di jalanan. langit gelap dan lampu kota temaram. ada serombongan pesepeda menyeberang jalan. lalu mbak ma, dari jok belakang motor, bilang,
"sepeda itu, kalo berhenti gerak, nanti jatuh, ya?"
aku diam, rombongan pesepeda berlalu.
peluk hangat dari jogja buat mbak ma, mas yusuf dan kouyou.
-Yogyakarta, 4 September 2018