Hidup mungkin perjalanan dari satu gelas kopi ke gelas kopi lainnya sembari saling menertawakan keriput masing-masing.
-Yogyakarta, 5 September 2016
Hidup mungkin perjalanan dari satu gelas kopi ke gelas kopi lainnya sembari saling menertawakan keriput masing-masing.
-Yogyakarta, 5 September 2016
kemarin pagi, ada burung kecil singgah di jendelaku
menyanyikan lagu tentang hutan dan wangi dedaunan
langit biru dan doa-doa yang menurunkan hujan
burung kecil ini suka sekali bernyanyi
dan aku bahagia sekali mendengarkannya
jangan berhenti bernyanyi, burung kecilku
aku ingin sekali ikut terbang bersamanya
melihat ombak-ombak bergulung di pesisir
merasakan semilir angin menerpa wajahku lembut
atau menanti cahaya senja jatuh di pematang sawah
keajaiban dan rahasia kita bagi berdua
namun aku terlalu berat untuk ia bawa serta
dia hanya akan terperangkap di bawah sini
terpisah dari dunia luas dan beragam warna
bahkan langit pun tak boleh menghalanginya
lalu, apalah aku dan kesepianku?
apalah aku dan cinta yang terlanjur tumbuh?
maka terbanglah, burung kecilku
kuatkan sayap dan terbanglah makin tinggi
berteduhlah jika matahari teramat terik
tak perlu menunggu hujan 'tuk menyamarkan tangis
terus nyanyikan lagu yang mekar mewarna dari hatimu
dan, suatu hari, temui senja yang membuatmu berbisik,
"hidup ini indah!"
di manapun engkau berada kelak,
aku akan mencari-cari nyanyianmu dari bawah sini
sembari merawat lagu yang pernah kau nyanyikan
untukku seorang--rahasia kecil kita berdua.
-Yogyakarta, 19 Juni 2016
waktu subuh dan di luar gerimis, sambil mendengarkan Radiohead - Give Up the Ghost
bapak adalah pelukis langit
langit pagi tak pernah mewarna sebelum ia berangkat kerja
dan baru akan pulang setelah senja di cakralawala
bapak tak permah cerita bahwa dia pelukis langit
tapi aku tahu, dan dia tahu aku tahu
sering aku menemukan ia masih terjaga di tengah malam
duduk di dekat jendela dengan bulan di belakang punggungnya
ia tersenyum, tebayang olehku telaga di bawah malam purnama
mungkin bapak adalah penjaga rahasia ulung
kecuali sekali, dulu sekali, air mata pernah membisikkan rahasianya
ketika aku bertanya 'apakah bapak rindu ibu?'
jingga meleleh di pipinya, lalu menghilang lagi, cepat sekali
bapak adalah pelukis langit
dan seperti banyak mahakarya lain, langit mewujud bapak sendiri
kamu akan tahu bagaimana menemukan yang hilang di sana
begitu kata bapak, tentu diucapkan padaku tanpa berkata
aku tak bisa membayangkan akan bangun di pagi hari
dan menemukan tak ada langit di jendela
-Yogyakarta, 11 Maret 2016