Malam itu, ada tenang yang tidak asing saat kau menatap jendela.
Seperti hujan dan matamu, malam memiliki sihirnya tersendiri. Yang tidak perlu kau lakukan adalah bersusah mencari dan bertanya; yang perlu kau lakukan adalah menutup matamu dan menarik napas dalam-dalam. Lebih dalam, hingga sayup senandung sungai di kepalamu kembali terdengar. Setelahnya, ketika kau kembali melayangkan pandang pada jendela, 'kan terbaca doa-doa dengan tinta berwarna malam, untukmu. Doa-doa baik yang tak berisik.
Terkadang, dengan sengaja kita membiarkan malam mencuri dengar dan mencatat doa-doa kita. Karena pada kala tertentu, melalui malam, kita perlu saling mengingatkan: aku dan kamu tidak benar-benar sendirian. Sepi adalah kesendirian yang kita ciptakan.
Kita percaya, tak ada pesan yang tak disampaikan malam kepada yang membaca dan yang berkaca. Dan aku berdoa agar doa-doa baik ini menemukanmu sedang tersenyum memandang malam di jendelamu.
-Yogyakarta, 1 Juni 2014.
Seperti hujan dan matamu, malam memiliki sihirnya tersendiri. Yang tidak perlu kau lakukan adalah bersusah mencari dan bertanya; yang perlu kau lakukan adalah menutup matamu dan menarik napas dalam-dalam. Lebih dalam, hingga sayup senandung sungai di kepalamu kembali terdengar. Setelahnya, ketika kau kembali melayangkan pandang pada jendela, 'kan terbaca doa-doa dengan tinta berwarna malam, untukmu. Doa-doa baik yang tak berisik.
Terkadang, dengan sengaja kita membiarkan malam mencuri dengar dan mencatat doa-doa kita. Karena pada kala tertentu, melalui malam, kita perlu saling mengingatkan: aku dan kamu tidak benar-benar sendirian. Sepi adalah kesendirian yang kita ciptakan.
Kita percaya, tak ada pesan yang tak disampaikan malam kepada yang membaca dan yang berkaca. Dan aku berdoa agar doa-doa baik ini menemukanmu sedang tersenyum memandang malam di jendelamu.
-Yogyakarta, 1 Juni 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar