Selasa, 24 Maret 2015

di Ayara Pukul Empat

Seorang baru saja selesai
menyunting harapannya menjadi
lengan yang membetulkan selimutmu,
atau doa yang fasih membisikkan diri
ke telingamu ketika kau lelap tertidur


Seorang baru saja ingat
puisi bukanlah coklat hangatmu
tapi bersikeras menuliskan satu
karena tak dikenalnya cara lain
menyiasati rindu saat malam dingin


Seorang baru saja tersenyum
lalu bergegas mengenakan selimut
segera ia 'kan mengayuh sepedanya
di Ayara pukul empat, jangan telat
tunggu aku dengan coklat hangatmu




-Yogyakarta, 24 Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar