Senin, 16 Mei 2016

Bapak dan Suratnya di Jendela Kamarku

bapak adalah pelukis langit
langit pagi tak pernah mewarna sebelum ia berangkat kerja
dan baru akan pulang setelah senja di cakralawala

bapak tak permah cerita bahwa dia pelukis langit
tapi aku tahu, dan dia tahu aku tahu
sering aku menemukan ia masih terjaga di tengah malam
duduk di dekat jendela dengan bulan di belakang punggungnya
ia tersenyum, tebayang olehku telaga di bawah malam purnama
mungkin bapak adalah penjaga rahasia ulung
kecuali sekali, dulu sekali, air mata pernah membisikkan rahasianya
ketika aku bertanya 'apakah bapak rindu ibu?'
jingga meleleh di pipinya, lalu menghilang lagi, cepat sekali

bapak adalah pelukis langit
dan seperti banyak mahakarya lain, langit mewujud bapak sendiri
kamu akan tahu bagaimana menemukan yang hilang di sana
begitu kata bapak, tentu diucapkan padaku tanpa berkata

aku tak bisa membayangkan akan bangun di pagi hari
dan menemukan tak ada langit di jendela

-Yogyakarta, 11 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar