tidak banyak yang ada di meja:
ketapel usang, kuas-kuas kaku
selembar kehidupan terbingkai, membeku
selebih itu adalah segala hampa diantaranya
pernah aku mencari diriku
diantara ingatan akan kata-katamu
atau di sisa hangat genggam tanganmu
tapi aku yang itu lumat juga,
di dalam jam pasir menjadi debu
terbentur, terbentur, terbentur, terbentur
terus begitu, entah sampai kapan
mungkin hidup tidak benar bertambah buruk
aku hanya melihatnya dengan lebih jujur
satu persatu, muslihat harus disingkap
sebuah permainan melepas dan menangkap
aku tahu ada lautan di dalam diriku
dan sungai kecil yang mengenal namamu
tapi aku tak ingin sekedar bertahan hidup,
berada di ambang bernapas dan tenggelam
aku menginginkan kehidupan
(atau tidak sama sekali)
-Yogyakarta, 28 Desember 2018
ketapel usang, kuas-kuas kaku
selembar kehidupan terbingkai, membeku
selebih itu adalah segala hampa diantaranya
pernah aku mencari diriku
diantara ingatan akan kata-katamu
atau di sisa hangat genggam tanganmu
tapi aku yang itu lumat juga,
di dalam jam pasir menjadi debu
terbentur, terbentur, terbentur, terbentur
terus begitu, entah sampai kapan
mungkin hidup tidak benar bertambah buruk
aku hanya melihatnya dengan lebih jujur
satu persatu, muslihat harus disingkap
sebuah permainan melepas dan menangkap
aku tahu ada lautan di dalam diriku
dan sungai kecil yang mengenal namamu
tapi aku tak ingin sekedar bertahan hidup,
berada di ambang bernapas dan tenggelam
aku menginginkan kehidupan
(atau tidak sama sekali)
-Yogyakarta, 28 Desember 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar