nanti bila kau dengar: kau pun menjadi saksi daun-daun menghijau menguning. cemasmu yang meraba bayang di langit-langit kamar saat lampu dimatikan. dadamu yang menghirup udara asin di hadapan laut lepas sebelum segera merunut kembali dan menyadari: betapa fana, betapa sia-sia semua upaya berdamai dengan kesendirian.
namun yang dipandang bulat dengan mata keponakanku pun matamu juga. yang menemukan suara untuk yang tak fasih kau ungkapkan pun lagumu juga. yang tawar-menawar dan bersiasat dengan dunia yang serba tak masuk akal ini pun harapanmu juga. yang pada akhirnya terbisik dan pasrah pun doamu juga.
sebagaimana seluruh aku pun milikmu; nanti bila kau dengar ceritaku, aku harap kau tahu ini ceritamu juga.
-Yogyakarta, 26 Juni 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar