Kau pandang langit dan menggumamkan sesuatu
tentang angan-anganmu yang awan
tentang suka duka dan kenangan-kenangan
tanpa menyiasati waktu, kisahmu kembali basah
menyungai; dalam ketulusan
mengalir, menghidupi segala di hilir
(apakah kau yang senantiasa merawat cerita
yang warna di sepanjang pematang senja?)
saat itu kepala dan hati tak terwakilkan kata;
bersamanya, kau tak perlu kata untuk telanjang
karena dengannya, kau punya suatu bahasa
yang seolah rahasia, agar kalian bisa berdua saja
(diam adalah bahasa semesta, dan kalian
adalah sepasang bisu yang saling mengerti)
kau pandang awan dan mendengarkan sesuatu
ada yang bermekaran di rahasiamu
-Yogyakarta, 22 Agustus 2014
tentang angan-anganmu yang awan
tentang suka duka dan kenangan-kenangan
tanpa menyiasati waktu, kisahmu kembali basah
menyungai; dalam ketulusan
mengalir, menghidupi segala di hilir
(apakah kau yang senantiasa merawat cerita
yang warna di sepanjang pematang senja?)
saat itu kepala dan hati tak terwakilkan kata;
bersamanya, kau tak perlu kata untuk telanjang
karena dengannya, kau punya suatu bahasa
yang seolah rahasia, agar kalian bisa berdua saja
(diam adalah bahasa semesta, dan kalian
adalah sepasang bisu yang saling mengerti)
kau pandang awan dan mendengarkan sesuatu
ada yang bermekaran di rahasiamu
-Yogyakarta, 22 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar