Senin, 01 September 2014

Di Beranda Waktu Pagi Bermula



Di beranda waktu pagi bermula
kita duduk bersebelahan, masih
dengan kepala setengah terendam
dalam igauan, mencari-cari:
siapa penyeduh langit subuh?

kau hela diam dalam-dalam
dan setelah menghembuskannya,
kau, seolah menduga, bilang:
mungkin kicau Burung yang biru itu?

lalu terhirup olehku diammu
kuhembuskan jua kemudian
kusertakan pula racauan:
atau mungkin Musim yang menguning ini?

kita mengambil cangkir kopi bersamaan,
hingga memungkinkan mata kita bertemu
kita temukan sesuatu yang, entah bagaimana,
tak asing
hei, yang ternyata mengendap di paru-paru
kita adalah diam yang sama,
yang saling menyimpan:
dasar kau, siapapun yang menyeduh subuh,
sudah pastilah kau mataharinya!

Kembali kita terka-menerka:
Siapa jadi bibir, siapa jadi cangkir?
Saat kita, entah bagaimana, berpagutan

-Yogyakarta, 1 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar