Setiap pagi, di depan pintu, selalu ada koran yang selalu mengaku
tak lagi terbit esok hari
Halaman depan berkata hujan akan turun walau keberaniannya
hanya sebesar ibu jari
Pada halaman 11 selalu muncul obituari, iklan es krim, dan berita kehilangan
halaman 24 ini menyakitkan, tanda tanya ada pada semua
kalimat sebagai akhiran
Kata-kata di dalamnya bertanya-tanya tentang sesuatu yang
tanpa titik temu
Lalu mata kita tertulis dalam satu paragraf rumpang yang tak
saling bertemu
Prakiraan cuaca benar, hari itu awan tak berani turun
satu-satu
Sedang saya tak lagi berani membaca huruf-huruf rindu satu-satu.
-Yogyakarta, 24 Mei 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar