Senin, 27 Mei 2013

Berlangganan Kenangan


Setiap pagi, di depan pintu, selalu ada koran yang selalu mengaku tak lagi terbit esok hari

Halaman depan berkata hujan akan turun walau keberaniannya hanya sebesar ibu jari

Pada halaman 11 selalu muncul obituari, iklan es krim, dan berita kehilangan

halaman 24 ini menyakitkan, tanda tanya ada pada semua kalimat sebagai akhiran

Kata-kata di dalamnya bertanya-tanya tentang sesuatu yang tanpa titik temu

Lalu mata kita tertulis dalam satu paragraf rumpang yang tak saling bertemu

Prakiraan cuaca benar, hari itu awan tak berani turun satu-satu

Sedang saya tak lagi berani membaca huruf-huruf rindu satu-satu.

-Yogyakarta, 24 Mei 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar