Minggu, 19 Mei 2013

Mengutuk Mata

Tak jua habis seluruh
tak habis pula tak utuh
Datang dengan mengendap
atau lari berderap
Dia; kata-kata senyap

Ini sajak bukan rindu; hanya tiga petak
residu malam-malam mendung
Karena dua pasang kelopak
di utara dan selatan telaga berkabung
Disela sesak
hingga tak kunjung saling berkunjung

Tak jua habis seluruh
tak habis pula tak utuh
Malam tinggal sejengkal ukur
sedang kantuk masih sejauh syukur

Kapan aku bisa tidur?

-Yogyakarta, 18 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar